Dua ledakan bom mobil di sebuah pabrik, yang disusul serangan bom bunuh diri, dan rangkaian serangan terkoordinasi terhadap pasukan keamanan menewaskan 102 orang di Irak, Senin (10/5). Gelombang aksi kekerasan itu merupakan yang terburuk sepanjang tahun ini.
Sedikitanya terjadi 20 serangan yang dilancarkan di berbagai penjuru Irak sepanjang Senin, yang menandai peningkatan kekerasan ketika negara itu berusaha membentuk pemerintah baru, dua bulan setelah pemilihan umum yang dianggap penting bagi penarikan pasukan AS sebelum tanggal 31 Agustus.
Serangan bom paling mematikan itu melibatkan dua kendaraan peti kemas berbahan peledak yang meledak hanya terpisah beberapa di tempat parkir sebuah pabrik tekstil di pusat kota Hilla, 95 kilometer di selatan Baghdad, ketika pekerja sedang naik bus untuk pulang. Sekitar sejam kemudian, sebuah ledakan besar, yang oleh seorang pejabat kementerian dalam negeri dikatakan merupakan sebuah pemboman bunuh diri yang mengenakan sabuk penuh bahan peledak, mengoyak tempat yang sama ketika pekerja layanan darurat sedang menangani korban di lokasi kejadian.
"Ketika saya mendengar ledakan itu, saya bergegas keluar dan melihat kerusakan besar -mayat ada di mana-mana, orang-orang menangis dan menjerit," kata Haidar Ali, 35, yang kebetulan berada di pabrik untuk berbicara kepada seorang rekan. "Ini kesalahan pemerintah dan perusahaan. Mereka hanya peduli pada keselamatan pribadi mereka, dan membiarkan pekerja tanpa keamanan apapun. Mereka menjadi sasaran yang sangat empuk."
Seorang pejabat di rumah sakit Hilla mengatakan, ledakan yang melanda Perusahaan Industri Tekstil Negara sekitar 13.30 waktu setempat (atau pukul 17.30 WIB) itu yang menewaskan 38 orang dan melukai 123 orang lainnya.Senin pagi, ibukota Baghdad juga dilanda serentetan penembakan dengan senjata otomatis yang menerjang pos polisi atau pos-pos pemeriksaan militer di timur dan barat kota. Menurut pejabat kementerian dalam negeri, setidaknya tujuh orang tewas dalam kejadian itu. Dua polisi lainnya tewas dalam tiga pemboman di selatan dan barat Baghdad.
Seorang letnan polisi kepada AFP mengatakan, sebuah serangan bom ganda di dekat masjid di Suwayrah, 60 kilometer tenggara Baghdad, telah menewaskan 11 orang dan melukai 70 orang lainnya. Dua belas orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di sekitar bekas benteng Sunni Fallujah, di sebebelah barat Baghdad, di kota Mosul, di Iskandiriyah, di selatan Baghdad, dan dekat Tarmiyah, di utara Baghdad. Selain itu, tiga bom mobil yang meledak di dua pasar menewaskan 10 orang di kota Basra.
Jumlah korban tewas Senin merupakan yang tertinggi sejak tanggal 8 Desember 2009 ketika 127 orang tewas dalam lima bom mobil di ibukota itu.
Ada lebih dari 20 serangan pada hari Senin, yang menurut Mayor Jenderal Qassim Atta, jurubicara pasukan keamanan di Baghdad, tampaknya merupakan serangan terkoordinasi terpada pihak keamanan dan sasaran sipil.

