![]() |
Dr. Khoirul Anwar (http://www.istecs.org) |
![]() |
| Perhitungan efisiensi spektrum Dr Khoirul Anwar |
Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.http://nasional.vivanews.com/news/read/171243-orang-kediri-sukses-di-negeri-jepang
![]() |
| George Soros dan Boediyono |
"Iya benar, meninggalnya tadi sekitar pukul 13.00 WIB," kata Sasti, cucu dari At Mahmud saat dihubungi VIVAnews melalui sambungan telepon, Selasa 6 Juli 2010.
Pria bernama lengkap Abdullah Totong Mahmud ini menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Jalan tebet Barat 2 A No 18 Jakarta Selatan. Menurut Sasti, kakeknya itu meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada pekan lalu.
"Sebelumnya juga pernah stroke, tapi itu sudah lama sekali," ucapnya.
Sebelumnya, AT Mahmud sempat dirawat di rumah sakit
Sebagian isi pidato Beliau yang memberikan kita motivasi
* "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit."
* "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."
o Dikutip dari Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams
* "Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya."
o Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders.
* “we have only scratched the surface ”
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
* "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia".
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
* "Dan agar yang tidak murni terbakar mati!"
o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.Terbangkelangit 08:12, 16 Februari 2008 (UTC)
SEJARAH
* "Massa adalah penentu sejarah, “the makers of history!"
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
* "Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah."
o Salah satu judul pidato beliau. Disingkat menjadi JASMERAH.
* Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer
MARHAENISME
* "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu?
Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."
*
o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:
Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"
*
o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
* "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan
Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."
*
o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.
KEMERDEKAAN
* Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Dneppr? Apa ia telah mempunyai radio station yang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk merdeka.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
NEGARA
* Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!
o Sumber: Soekarno, “Pidato di Surabaya, 24 September 1955’’
* "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
KEBANGSAAN/NASIONALISME
* Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai “imagination!”
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
* “imagination” , “ imagination” “imagination “!!! Ciptaan besar!!! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur ; kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara !! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkala kan didalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, sirna hilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang , sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
KESEJAHTERAAN
* Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
MONARKI
* Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
GOTONG-ROYONG
* Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
* Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!
o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945
KEMANUSIAAN
* 'Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, “basically” - pada dasar dan hakekatnya - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan'
o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956
JAYA LAH INDONESIAKU!!
Nah sekarang sebagai penerus bangsa apa yang musti kita lakukan?? Semoga semakin hari kebijakan serta keteladanannya semakin baik. Maju Terus Indonesia.
lihatberita.com
http://www.fauzibowo.com/profiltokoh.php?id=161&option=view
http://rosodaras.wordpress.com/2009/07/28/saatnya-shalat-di-amerika-serikat/
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/03/30/15392064/Sunardi..Bakal.Calon.Bupati.Kediri.Terkaya
Lumajang - Sejumlah Lembaga Pendidikan Madrasyah Ibtidaiyah dan Pondok Pesantren di Lumajang menjadi korban penipuan. Rata-rata pondok pesantren ini dijanjikan akan dibantu dana ratusan juta rupiah dari Kanwil Kementerian Agama Jatim. Untuk mendapatkan dana itu, mereka diminta untuk mengajukan proposal dan menyetor uang ke rekening fiktif.
"Sudah ada puluhan pondok pesantren dan lembaga pendidikan madrasyah kena tipu akan dapat bantuan yang mengaku kakanwil Jawa Timur," kata Kasi Pemberdayaan Masyrakat dan Masjid, kantor Kementerian Agama Lumajang, Muhammad Mudhofar, pada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/4/2010).
Menurut dia, para penipu untuk menjalankan aksinya, memberitahu melalui telepon dan surat. Bahkan pelaku meminta untuk mengirimkan proposal ke Kanwil Jawa Timur dan mentransfer uang dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
"Bahkan ada salah satu pimpinan pondok pesantren tertipu dengan mengirimkan uang Rp 15 juta, dan baru melapor kesini," ungkap Mudhofar.
Bantuan pembangunan untuk lembaga pendidikan dari Kakanwil Jawa Timur, menurut Mudhofar, biasanya melalui kantor Kementerian Agama dan diteruskan penerimanya.
"Banyak kiai pondok pesantren tertipu, dikarenakan mereka tidak mengkonfirmasi ke kantor kementerian sini. jika mendapat bantuan yang tak jelas," jelas MUdhofar.
Rata-rata para pengasuh ponpes Lumajang yang terkena tipu akan mendapat bantuan dana pembangunan dan sudah mengirim uang jutaan rupiah, kebanyakan enggan melapor ke pihak kepolisian.
"Pak Kiai rata-rata malu melapor ke polisi, jika kena tipu orang ngaku Kakanwil Jawa Timur," pungkasnya.
http://surabaya.detik.com/read/2010/04/20/174424/1342079/475/ponpes-di-lumajang-jadi-korban-penipuan
seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero.
Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri
dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji
resminya.
Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia,
tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang -- bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata -- justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.
Contohnya adalah :
Prof Dr Emil Salim

Meski tiga kali menjadi menteri -- Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) -- Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.
Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan.
Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang
ditabungkannya.
Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi
alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas.
Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. "Saya pun
memikirkan untuk membeli rumah," kisah pengurus ICMI ini.
Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya.
"Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,"
ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis
LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga
yang banyak. "Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang," kisah aktivis
itu.
Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan
keluarganya hidup dari rumah kontrakan.
Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat
Zainul Bahar Noor SE memujinya. "Emil Salim itu sama bersih dengan
pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,"
puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.
mar'ie muhammad

Mar'ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari: mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah Duduk, bila di rumah.
Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya, menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh -- seperti yang sedang dilakukannya sekarang -- daripada hura-hura ke luar negeri.
Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah
disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang
dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini
berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.
satrio budihardjo joedono

Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya
tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli
secara kredit, terhadap benda kegemarannya. "Saya tak mampu
membelinya," ujarnya.
Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks
perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang
tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja
tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil
tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan
pinjaman BPPT.
Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan
tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun
menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia
menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya.
Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan
menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi
Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun
dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi
persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan
bawahan. "Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan," ini
prinsip hidupnya.
ir.sarwono kusumaatmadja

Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan
pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung
dengan kesederhanaan tersebut. "Kita tidak terjebak konsumtif sehingga
terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.
Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan
keuangan keluarga." Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli
barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. "Ini pesan orangtua
saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu
menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang
lain." Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari
perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa
bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. "Saya senang dibilang
bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah," katanya.
Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka
mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang
halus. Cobaan yang vulgar, misalkan, dalam bentuk katabelece.
Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat
lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini
antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan
selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.
Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan 'godaan' yang dikirim?
Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. "Kalau parcelnya
isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak,"
kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak
langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya,
mengoleksinya dalam album. "Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan,"
kata Ani.
Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia
mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan,
meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk
barang lain. "Yang penting enam bulan pertama. Setelah enam bulan
pertama kau terima kedudukan itu, kau mesti beri signal-signal
(tanda-tanda)," katanya.
Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? "Yang penting enam bulan
pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima
kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal," ujarnya membeberkan
pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti
ada garis tegas. "Katakan lebih dari ini, no!" Tapi, "kita tidak perlu
berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan." Dengan demikian, orang
akan mengerti berhadapan dengan siapa.
Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, "hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali." Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak
'menyuap', Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti
menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi
keluarga. "Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga," ujarnya.
Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu,
kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan
pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula
kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. "Jam kantor itu kan
berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.
Bagaimana mungkin kita salat,
menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang
begituan?" Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan,
hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara
tingkah kita. "Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah
menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain." Emil, Sarwono,
Ma'rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut
sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi
lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap
pekerjaan.
Source = http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3555412

















