Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya melayani jemaah haji pada musim haji 2010 mendatang. Maskapai pelat merah ini segera melakukan tender pengadaan 15 unit pesawat untuk operasional haji. garuda menyatakan siap menerbangkan 114.000 jemaah haji.
Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, mengatakan, sebanyak 15 unit pesawat tersebut akan disewa dari berbagai lessor pesawat dari seluruh dunia.
“Seperti biasa kita melakukan tender antara 14 hingga 15 pesawat wide body (berbadan lebar) untuk angkutan jemaah haji. Jumlahnya ya sebesar kuota yang diberikan ke maskapai Indonesia, tahun lalu, sebanyak 114 ribu orang,” kata Emirsyah, sebelum rapat dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu (19/5/2010).
Menurutnya, Garuda mampu menerbangkan 100 persen kuota penerbangan yang diberikan kepada penerbangan nasional. Pada 2010 lalu adalah 114 ribu jemaah. Sedangkan jumlah yang sama diserahkan kepada maskapai asal Arab yaitu Saudi Arabian Airlines (SV).
“Jangankan cuma 114 ribu, seluruh jamaah asal Indonesia pun sebenarnya kami siap terbangkan. Asalkan pengumumannya dilakukan jauh hari, sehingga kami siap dengan armada dan krunya,” tegas dia.
Berbeda dengan yang dikatakan Menteri Perhubungan, bahwa keuntungan Garuda dalam penyelenggaraan haji adalah 10 persen dari tarif, Emir menyatakan bahwa keuntungan yang dipatok Garuda hanya sebesar 3 persen.
“Tidak besar, keuntungannya hanya sebesar 3 persen, karenanya harus pintar-pintar mengatur. Harga avtur juga berfluktuasi, ” tandasnya.
Mengenai tarif penerbangan haji tersebut, Garuda dengan Komisi VIII DPR membahasnya dalam rapat yang digelar tertutup, kemarin. Sementara pembahasan tarif Komini VIII DPR dengan Kemenhub, dilakukan secara terbuka beberapa hari lalu.
Disebutkannya, saat Garuda sedang mempersiapkan operasi penerbangan haji seperti tender pesawat, perekrutan kru pesawat asal daerah embarkasi dan akan menyewa pilot asing untuk memperkuat operasi haji tersebut.
Sementara itu, Lion Air yang tadinya berhasrat untuk turut ikut dalam penyelenggaraan haji, menyatakan mundur. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, Lion belum siap dengan penyelenggaraan haji.
“Masih ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan sehingga Lion belum bisa mengusulkan ikut dalam penyelenggaraan haji,” tandas Edward.


